Kulon Progo, 10 April 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Community Development di Aula Klinik Pratama ‘Aisyiyah Sewugalur pada Jumat (10/4). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di Kecamatan Galur.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah kapanewon, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, hingga perwakilan kalurahan di wilayah Galur, yaitu Karangsewu, Brosot, Nomporejo, Banaran, Kranggan, dan Tirtorahayu.
Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan 1 FK Unisa, dr. M. Khakim Abdillah, M.Biomed, yang menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus mempererat kerja sama antara Fakultas Kedokteran Unisa dengan Klinik Pratama ‘Aisyiyah Sewugalur.
Hal ini diperkuat oleh sambutan Dekan FK Unisa, dr. Joko Murdoyanto, Sp.An., M.PH, yang menegaskan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Turut memberikan sambutan, Panewu Galur, Bapak Yulianto, yang menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Galur.
Dalam sesi diskusi, Panewu Galur, Bapak Yulianto, menyoroti bahwa stunting masih menjadi permasalahan utama di wilayah tersebut. Permasalahan ini juga diperkuat oleh paparan dari Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kulon Progo yang mengungkap adanya kesalahpahaman masyarakat terkait konsumsi susu kental manis yang dianggap sebagai sumber gizi utama bagi anak.
Berbagai pemangku kepentingan turut menyampaikan kondisi di lapangan, mulai dari pihak puskesmas hingga pemerintah kalurahan. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, rendahnya angka bebas jentik yang berdampak pada kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta tantangan dalam edukasi masyarakat terkait Tuberkulosis (TBC) dan kesehatan mental.
Di sisi lain, sejumlah program kesehatan telah berjalan, seperti posyandu balita, ibu hamil, dan lansia, kelas ibu hamil dan menyusui, senam lansia, hingga kunjungan kesehatan dari rumah ke rumah. Kolaborasi antara ‘Aisyiyah, puskesmas, dan pemerintah kalurahan juga terus dilakukan dalam upaya promotif dan preventif.
Melalui FGD ini, berbagai pihak menyampaikan harapan agar Fakultas Kedokteran Unisa dapat terus berkontribusi, khususnya melalui pengiriman mahasiswa untuk kegiatan magang dan praktik kerja lapangan (PKL), pelatihan kader kesehatan, serta penguatan edukasi berbasis masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Galur dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.