Catur Dharma merupakan prinsip dasar yang dipegang oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTMA) dalam melaksanakan tugasnya. Catur Dharma terdiri dari empat komponen utama yang mencerminkan visi dan misi Muhammadiyah dalam pendidikan tinggi. Antara lain: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah.
Catur Dharma di PTMA berfungsi sebagai pedoman dalam pengelolaan pendidikan tinggi yang berlandaskan pada nilai-nilai Muhammadiyah. Melalui Catur Dharma, PTMA berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki moralitas dan kepedulian sosial yang tinggi.
Catur Dharma pada PTMA memiliki landasan hukum yang kuat. Hal ini yang mendasari pelaksanaan tugas pendidikan tinggi dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Berikut adalah beberapa landasan hukum mengenai catur dharma pada PTMA:
- Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 44 Tahun 2015
- Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah
- Keputusan Pimpinan Muhammadiyah
- Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)
Dalam melaksanakan kegiatannya dalam berkarier akademik di perguruan tinggi, seorang dosen perlu memperhatikan linearitas dalam menjalankan catur dharma perguruan tinggi. Linearitas dosen merujuk pada kesesuaian antara bidang keahlian dosen dengan mata kuliah yang diajarkan serta penelitian yang dilakukan. Konsep ini penting untuk memastikan kualitas pendidikan dan penelitian di institus dalam melaksanakan kegiatannya dalam berkarier akademik di perguruan tinggi. Seorang dosen perlu memperhatikan linearitas dalam menjalankan catur dharma perguruan tinggi. Linearitas dosen merujuk pada kesesuaian antara bidang keahlian dosen dengan mata kuliah yang diajarkan serta penelitian yang dilakukan. Konsep ini penting untuk memastikan kualitas pendidikan dan penelitian di institusi akademik, terutama di Fakultas Kedokteran Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (FK UNISA Yogyakarta). Dengan memperhatikan kesesuaian antara keahlian, pengajaran, dan penelitian, institusi dapat menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan inovatif.
Berkaitan dengan hal di atas, pentingnya seorang dosen untuk memiliki perencanaan tentang penelitian yang akan dilakukan yang dituangkan dalam roadmap penelitian. Roadmap penelitian adalah rencana strategis yang mengarahkan arah dan fokus penelitian di suatu institusi atau bidang ilmu tertentu. Roadmap ini bertujuan untuk menciptakan sistematisasi dalam pengembangan penelitian, serta memastikan bahwa penelitian yang dilakukan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman tentang aplikasi catur dharma di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, serta meningkatkan pemahaman tentang linearitas dan roadmap penelitian dosen.
Disamping itu, diharapkan juga dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya catur dharma di lingkungan akademik di FK UNISA Yogyakarta. Mendorong kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat. menyusun strategi untuk mengoptimalkan peran dosen dalam penelitian dan pengabdian, mengidentifikasi tantangan, serta solusi dan strategi yang dihadapi dosen dalam mencapai linearitas. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya linearitas dalam karir akademik dosen, serta meningkatkan pemahaman dosen tentang pentingnya roadmap penelitian dan mampu menyusun langkah-langkah konkret untuk implementasi roadmap di FK UNISA Yogyakarta.
Seminar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024, pada pukul 08.30 – 14.30 WIB, dan bertempat di Ruang Kelas Gd. Siti Walidah 4.14 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Seminar ini juga menyediakan fasilitas hybrid dengan Zoom online. Materi yang disampaikan dalam seminar ini antara lain adalah “Pentingnya Lineritas dan Roadmap Penelitian untuk Dosen Pemula” oleh Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si. Lalu “Kewajiban Catur Dharma dalam lingkungan FK UNISA Yogyakarta” Oleh Dr. Sulistyaningsih SKM, MH.Kes. Dan “Sosialiasasi Kelompok Riset dan Hibah di Lingkungan UNISA Yogyakarta” oleh Luluk Rosyida, S.ST., M.KM.
Harapannya seminar ini dapat menciptakan budaya penelitian dan pengabdian masyarakat yang kuat di lingkungan akademik FK UNISA Yogyakarta. Serta dapat melaksanakan kegiatan dakwah yang mendukung visi dan misi Muhammadiyah dalam konteks pendidikan tinggi. Terutama yang sesuai dengan visi misi FK UNISA Yogyakarta. Disamping itu juga diharapkan dosen di FK UNISA Yogyakarta mampu mengidentifikasi minat dan rencana penelitian dengan baik yang dituangkan dalam roadmap penelitian tiap dosen. Serta memiliki kelompok riset (KeRis) yang solid, produktif dan inovatif.